Langsung ke konten utama

RSUD M. Natsir Hadirkan Inovasi "LEMOCA" untuk Membantu Pasien Hemodialisa Mengontrol Asupan Cairan

Inovasi

Inovasi23 Juli 202635 kali dilihat2 menit baca
Bagikan:

Solok – Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada pasien gagal ginjal kronis, Bidang Keperawatan RSUD M. Natsir menghadirkan inovasi LEMOCA (Lembar Monitoring Cairan Pasien Hemodialisa). Inovasi ini dikembangkan sebagai media edukasi dan pemantauan yang membantu pasien serta keluarga mengontrol asupan cairan harian secara mandiri, sehingga dapat mencegah komplikasi akibat kelebihan cairan dan meningkatkan kualitas hidup pasien yang menjalani terapi hemodialisa.

LEMOCA merupakan lembar monitoring yang dirancang untuk memandu pasien dalam mencatat jumlah cairan yang masuk dan keluar setiap hari. Pengendalian cairan menjadi salah satu aspek terpenting bagi pasien hemodialisa karena kelebihan cairan (fluid overload) dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius, seperti sesak napas, edema, gagal jantung, hingga meningkatkan risiko kematian. Melalui pencatatan yang teratur, pasien diharapkan mampu menjaga keseimbangan cairan sesuai anjuran tenaga kesehatan.

Pengembangan inovasi ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya pasien hemodialisa yang mengalami komplikasi akibat kurang disiplin dalam membatasi konsumsi cairan. Banyak pasien belum memahami cara menghitung kebutuhan cairan harian maupun pentingnya menjaga kenaikan berat badan di antara jadwal hemodialisa. Kondisi tersebut mendorong Bidang Keperawatan RSUD M. Natsir untuk menghadirkan media monitoring yang sederhana, mudah digunakan, dan dapat menjadi panduan bagi pasien maupun keluarga selama menjalani perawatan di rumah.

Dalam penerapannya, LEMOCA memuat berbagai komponen penting yang harus dicatat setiap hari, meliputi jumlah cairan yang masuk, seperti air minum, susu, kuah, infus, maupun makanan yang mengandung banyak cairan, serta jumlah cairan yang keluar, termasuk volume buang air kecil dan muntah apabila terjadi. Kebutuhan cairan harian pasien ditentukan berdasarkan jumlah produksi urine selama 24 jam yang ditambah 500 mililiter sesuai kondisi masing-masing pasien. Selain itu, pasien juga mencatat berat badan harian serta berat badan sebelum dan sesudah menjalani hemodialisa untuk membantu menentukan berat badan kering (dry weight) sebagai acuan terapi.

Perawat hemodialisa memberikan pendampingan kepada pasien dan keluarga mengenai cara mengisi lembar monitoring secara benar. Pasien juga memperoleh edukasi mengenai pentingnya menjaga kenaikan berat badan agar tidak melebihi batas yang dianjurkan. Untuk mempermudah proses pembelajaran, RSUD M. Natsir menyediakan video tutorial yang dapat diakses melalui QR Code serta membentuk grup WhatsApp yang melibatkan pasien, keluarga, dan petugas hemodialisa sebagai media konsultasi dan pemantauan selama pasien berada di rumah. Setiap kali menjalani hemodialisa, pasien diminta membawa LEMOCA agar dokter dan perawat dapat mengevaluasi kondisi pasien sekaligus menentukan target pengeluaran cairan (ultrafiltrasi) yang sesuai selama proses dialisis.

Penerapan inovasi LEMOCA diharapkan mampu meningkatkan kepatuhan pasien dalam mengontrol konsumsi cairan serta mencegah berbagai komplikasi yang sering dialami pasien hemodialisa, seperti sesak napas, pembengkakan (edema), hipotensi saat dialisis, kram otot, hingga gagal jantung akibat kelebihan cairan. Dengan pengelolaan cairan yang lebih baik, pasien dapat menjalani terapi hemodialisa dengan lebih nyaman, aman, dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.

Melalui inovasi LEMOCA, RSUD M. Natsir kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang inovatif, edukatif, dan berorientasi pada keselamatan pasien. Inovasi ini diharapkan dapat membangun kemandirian pasien dan keluarga dalam mengelola penyakit secara berkelanjutan serta menjadi salah satu langkah nyata dalam meningkatkan mutu pelayanan hemodialisa di RSUD M. Natsir.

Panduan / Manual Book: Lihat Manual Book LEMOCA

Tautan & Dokumen Terkait

Kembali ke Inovasi
Bagikan:
IGD 24 Jam